Putri Valensia dan Putri Veronica
Putri Valensia dan Putri Veronica
Dahulu kala hiduplah Kerajaan Permai yand dipimpin oleh Rajanya bernama Valentino dan Permasurinya bernama Valentine dan mereka mempunyai dua anak kembar yang pertama bernama Veronica sedangkan yang kedua bernama Valensia meraka sangat cantik sekali. Mereka juga patuh kepada orang tuanya , mereka juga sangat rajin,suka membantu, sehingga mereka disukai banyak orang.
10 tahun kemudian…..
Sekarang anak kembar itu sudah besar dan berumur 20 tahun mereka sangat senang karena mereka suda besar.Tapi sayang anak pertama menjadi sombong akan kecantikannya jadi anak pertama dibenci oleh semua orang sedangkan anak kedua tetap rajin, ulet, dan suka membantu jadi anak kedua tetap disayang oleh semua orang.Kesokan harinya kakaknya mempunyai ide yang sangat licik untuk menyingkirkan adiknya.
Veronica :”Hai adikku, kau sedang apa?”sapanya dengan ramah.
Valensia :”Halo juga kakaku,aku sedang membantu orang – orang.”jawabnya dengan bijaksana.
Veronica :”Apakah kamu mau ikut bersamaku untuk jalan – jalan, kitakan sudah lama tidak jalan bersama-sama."jawabnya
Valensia :”Ok…..aku ikut.”tegurnya dengan rasa senang hati.
Akhirya mereka berdua pergi dan kakaknya mengajak ke sungai setelah tiba di sana adiknya langsung di dorong ke sungai setelah kakaknya mendorong adiknya ke sungai kakaknya langsung kembali ke Istana dan bilang kalau Valensia hilang di sungai dan dia juga bilang ke orang tuanya kalau dia sudah mencari Valensia ke mana- mana tapi tetap aja tidak berhasil ditemukan.Akhirnya ayahnya memerintahkan semua pengawalnya untuk mencari putrinya yang hilang setelah dua hari pencarian Putri Valensia tidak ditemukan dan semua putus asa.Keesokan harinya Veronica mencari adiknya ke hutan tapi juga tidak ditemukan. Berita itu juga sampai terdengar di Kerajaan tetengga yaitu Kerajaan Subur yang dipimpin oleh Pangeran Lukas dan sejak saat itu Pangeran Lukas mencari Putri Valensia yang hilang ternyata Putri Valensia ditemukan Pangeran Lukas di sungai dekat kerajaannya. Akhirnya Pangeran Lukas merawat Putri Valensia sampai sembuh setelah sembuh Pangeran Lukas mengantarkan Putri Valensia ke tempat asalnya di tengah perjalanan Pangeran Lukas menyatakan cintanya kepada Putri Valensia dan Putri Valensia menerima Pangeran Lukas , sejak saat itu mereka bepacaran setelah sampai di Istana orang tuanya,dan warga sekitar merasa senang sekali karena Putri Valensia telah pulang dan Putri Valensia menceritakan semuanya, lalu ayahnya sangat marah dan ayahnya menyuruh pengawalnya untuk menangkap Putri Veronica,tapi mereka tidak berhasil menangkap Putri Veronica karena Putri Veronica jatuh ke jurang yang sangat dalam setelah kabar itu para pengawalnya mengabari Rajanya. Dan sejak itu semua orang di istana hidup bahagia dan mulai hari itu Putri Valensia dan Pangeran Lukas menikah dan mereka sekarang hidup bahagia selama-lamanya.
BERSAMBUNG
Amanat : jadi orang jangan suka mencelakai orang lain,seperti Putri Veronica
Dan akhirrnya menerima batunya sendiri dan jadilah orang yang baik
Tidak sombong seperti Putri Valensia.
Dahulu kala hiduplah Kerajaan Permai yand dipimpin oleh Rajanya bernama Valentino dan Permasurinya bernama Valentine dan mereka mempunyai dua anak kembar yang pertama bernama Veronica sedangkan yang kedua bernama Valensia meraka sangat cantik sekali. Mereka juga patuh kepada orang tuanya , mereka juga sangat rajin,suka membantu, sehingga mereka disukai banyak orang.
10 tahun kemudian…..
Sekarang anak kembar itu sudah besar dan berumur 20 tahun mereka sangat senang karena mereka suda besar.Tapi sayang anak pertama menjadi sombong akan kecantikannya jadi anak pertama dibenci oleh semua orang sedangkan anak kedua tetap rajin, ulet, dan suka membantu jadi anak kedua tetap disayang oleh semua orang.Kesokan harinya kakaknya mempunyai ide yang sangat licik untuk menyingkirkan adiknya.
Veronica :”Hai adikku, kau sedang apa?”sapanya dengan ramah.
Valensia :”Halo juga kakaku,aku sedang membantu orang – orang.”jawabnya dengan bijaksana.
Veronica :”Apakah kamu mau ikut bersamaku untuk jalan – jalan, kitakan sudah lama tidak jalan bersama-sama."jawabnya
Valensia :”Ok…..aku ikut.”tegurnya dengan rasa senang hati.
Akhirya mereka berdua pergi dan kakaknya mengajak ke sungai setelah tiba di sana adiknya langsung di dorong ke sungai setelah kakaknya mendorong adiknya ke sungai kakaknya langsung kembali ke Istana dan bilang kalau Valensia hilang di sungai dan dia juga bilang ke orang tuanya kalau dia sudah mencari Valensia ke mana- mana tapi tetap aja tidak berhasil ditemukan.Akhirnya ayahnya memerintahkan semua pengawalnya untuk mencari putrinya yang hilang setelah dua hari pencarian Putri Valensia tidak ditemukan dan semua putus asa.Keesokan harinya Veronica mencari adiknya ke hutan tapi juga tidak ditemukan. Berita itu juga sampai terdengar di Kerajaan tetengga yaitu Kerajaan Subur yang dipimpin oleh Pangeran Lukas dan sejak saat itu Pangeran Lukas mencari Putri Valensia yang hilang ternyata Putri Valensia ditemukan Pangeran Lukas di sungai dekat kerajaannya. Akhirnya Pangeran Lukas merawat Putri Valensia sampai sembuh setelah sembuh Pangeran Lukas mengantarkan Putri Valensia ke tempat asalnya di tengah perjalanan Pangeran Lukas menyatakan cintanya kepada Putri Valensia dan Putri Valensia menerima Pangeran Lukas , sejak saat itu mereka bepacaran setelah sampai di Istana orang tuanya,dan warga sekitar merasa senang sekali karena Putri Valensia telah pulang dan Putri Valensia menceritakan semuanya, lalu ayahnya sangat marah dan ayahnya menyuruh pengawalnya untuk menangkap Putri Veronica,tapi mereka tidak berhasil menangkap Putri Veronica karena Putri Veronica jatuh ke jurang yang sangat dalam setelah kabar itu para pengawalnya mengabari Rajanya. Dan sejak itu semua orang di istana hidup bahagia dan mulai hari itu Putri Valensia dan Pangeran Lukas menikah dan mereka sekarang hidup bahagia selama-lamanya.
BERSAMBUNG
Amanat : jadi orang jangan suka mencelakai orang lain,seperti Putri Veronica
Dan akhirrnya menerima batunya sendiri dan jadilah orang yang baik
Tidak sombong seperti Putri Valensia.
Komentar
Posting Komentar